Factors Related to Efforts to Prevent Child Marriage in Adolescents in Senior High Schools and Vocational High Schools in District X, Sintang Regency

Authors

  • Ya’ Afif Kurniawan Public Health Study Program Sintang, Universitas Muhammadiyah Pontianak, West Kalimantan, 78123, Indonesia
  • Agus Samsudrajat Public Health Study Program Sintang, Universitas Muhammadiyah Pontianak, West Kalimantan, 78123, Indonesia
  • Eka Hariani Public Health Study Program Sintang, Universitas Muhammadiyah Pontianak, West Kalimantan, 78123, Indonesia
  • Dian Indahwati Hapsari Public Health Study Program Sintang, Universitas Muhammadiyah Pontianak, West Kalimantan, 78123, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.54630/ijahr.v2i2.118

Keywords:

Child Marriage Prevention Efforts, Peer Influence, Attitudes, Media Exposure

Abstract

Child marriage is a complex problem that can increase maternal and infant mortality rates. Based on KUA data from District X, child marriage cases continue to increase in 2021 there were 75 cases, in 2022 to 101 and continued to increase in 2023 to 125 cases. The purpose of this study is to determine the factors related to efforts to prevent child marriage among adolescents in high schools and vocational schools in District X, Sintang Regency. This study uses a quantitative method with a cross-sectional approach. The population in this study was 1,167 with a sample of 285 male and female students taken using a random sampling technique. The results of the statistical test analysis used were the chi-square test. Data analysis used univariate and bivariate analysis. Based on the results of the study, there is a relationship between attitudes (p-value 0.026), family income (p-value 0.028), peer influence (p-value 0.001), media exposure (p-value 0.005), family roles (p-value 0.001) and there is no relationship between knowledge (p-value 0.076) with efforts to prevent child marriage in adolescents in high schools and vocational schools in X District, Sintang Regency. There is a need for cross-sector collaboration to prevent students from realizing the dangers of marriage at a young age.

Perkawinan anak merupakan masalah kompleks yang dapat meningkatkan angka kematian ibu dan bayi. Berdasarkan Data KUA Kecamatan X kasus perkawinan anak terus meningkat pada tahun 2021 terdapat 75 kasus, tahun 2022 menjadi 101 dan terus meningkat pada tahun 2023 menjadi 125 kasus. Tujuan penelitian ini mengetahui faktor yang berhubungan dengan upaya pencegahan perkawinan anak pada remaja di SMA dan SMK Kecamatan X Kabupaten Sintang. penelitian ini menggunakn metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 1.167 dengan sample 285 siswa dan siswi yang di ambil dengan teknik random sampling. Hasi analisis uji statistik yang digunakan adalah uji chi-square. Analisis data menggukan analisis univariate dan bivariate. Berdasarkan hasil penelitian terdapat hubungan antara sikap (p-value 0,026), pendapatan keluarga (p-value 0,028), pengaruh teman sebaya (p-value 0,001), paparan media (p-value 0,005), peran keluarga (p-value 0,001) dan tidak terdapat hubungan antara pengetahuan (p-value 0,076) dengan upaya pencegahan perkawinan anak pada remaja di SMA dan SMK Kecamatan X Kabupaten Sintang. Perlunya kerjasama antar lintas sector untuk mencegah agar peserta didik dapat menyadari bahayanya menikah pada usia anak.

References

Juliawati EE, Novita A, Yolandia RA. Determinan Pernikahan Usia Dini pada Remaja. 2021;01(November):62–73. doi: https://doi.org/10.53801/sjki.v1i2.20

UNICEF. Is An End To Child Marriage Within Reach ?Child Marriage Latest Trends and Future Prospects 2023 Update, 1– 26. Published online 2023. https://data.unicef.org/Resources/Is-an-End-To-Child-Marriage-Within Reach/%0D

KEMENPPA. Angka Perkawinan Anak Turun Menjadi 6,92 Persen, Lampaui Target RPJMN. Kemenppa. 2024. https://kemenpppa.go.id/siaran-pers/menteri-pppaangka-perkawinan-anak-turun-menjadi-692-persen-lampaui-target-rpjmn

SUSENAS. Proporsi Perempuan Umur 20-24 Tahun Yang Berstatus Kawin Proporsi Perempuan Umur 20-24 Tahun Yang Berstatus Kawin Atau Berstatus Hidup Bersama Sebelum Umur 18 Tahun Menurut Provinsi (Persen), 2023. 2023. https://www.bps.go.id/id/statistics-table/2/MTM2MCMy/proporsi-perempuan-umur-20-24-tahun-yang-berstatus-kawin-atau-berstatus-hidup-bersama-sebelum-umur-18-tahun-menurut-provinsi.html

BPS KS. Persentase Perempuan Pernah Kawin Dengan Umur Perkawinan Pertama Dibawah Usia 19 Tahun. Bps.Go.Id. 2023. https://lampung.bps.go.id/id/news/2024/03/26/292/usia-perkawinan-pertama-2022-dan-2023-.html

KUA Kecamatan X. Data Perkawinan Anak Pada Tahun 2021 Hingga 2023 Berdasarkan Umur dan Jenis Kelamin.; 2023.

Retno M, Masyithah S, Wardani HE, Hapsari A. Hubungan Pengetahuan , Budaya , serta Dukungan Keluarga Terhadap Motivasi Pernikahan Dini. Sport Sci Heal. 2021;3(9):656–662. doi: https://doi.org/10.17977/um062v3i92021p656-662

Setiawati E, Windayanti H. Hubungan Pengetahuan Remaja Tentang Resiko Pernikahan Dini Dengan Keinginan Melakukan Pernikahan Dini Di Smk Kanisius Ungaran Kabupaten Semarang. J Ilm Kesehat Ar-Rum Salatiga. 2018;2:47–53. https://e-journal.ar-rum.ac.id/index.php/JIKA/article/view/18

Pusporini LS, Alifiani H. Majalah Kesehatan Indonesia The relationship between knowledge and adolescents ’ attitudes towards early marriage. 2024;5(1):9–14. doi: https://doi.org/10.47679/makein.2024201

Winarno, S. S. (2025). Hubungan Pengetahuan Remaja Terhadap Kesehatan Reproduksi Dengan Sikap Pernikahan Usia Dini Di SMA Negeri 1 Kalirejo Tahun 2024. Jurnal Maternitas Aisyah (Jaman Aisyah), 6(1), 72-77. doi: https://doi.org/10.30604/jaman.v6i1.1835

Salamah S. Faktor-faktor yang berhubungan dengan pernikahan usia dini di kecamatan pulokulon kabupaten grobogan skripsi. Published online 2016. https://lib.unnes.ac.id/26208/1/6411412063

Nasution LK. JANJIMAULI MUARATAIS III KECAMATAN ANGKOLA MUARATAIS TAHUN 2019. 2021;6(1):10–17. https://e-journal.sari-mutiara.ac.id/index.php/JMKM/article/view/1830

Napitupulu, R. E. E., & Saragih, P. (2023). Penyuluhan Atas Perceraian Sebagai Akibat Perkawinan Usia Dini Di Desa Singasari Jonggol. Bonafides: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 1(1), 8-13. https://ejournal.fhuki.id/index.php/bonafides/article/view/266

Waytherlis Apriani, Oklaini ST, Puri C. Hubungan Pengetahuan Dan Teman Sebaya Dengan Kejadian Pernikahan Anak Di Wilayah Kerja Puskesmas Naga Rantai Kabupaten Kaur. J Kesehat Saintika Meditory. 2024;(November):325–334. https://jurnal.syedzasaintika.ac.id/index.php/meditory/article/viewFile/2901/1689

Febriawati, H., Wati, N., & Arlina, S. (2019). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Pernikahan Usia Dini Di Kecamatan Semidang Alas Maras Kabupaten Seluma. Avicenna, 15(1), 373991. doi:https://doi.org/10.36085/avicenna.v15i1.758

Tri Wahyuni, Niswatun Rahmadhani FZ. Hubungan Media Sosial Dengan Pernikahan Remaja Putri. J Penelit Perawat Prof. 2025;7:801–810. https://jurnal.globalhealthsciencegroup.com/index.php/JPPP/article/view/5939/4111

Afdhal, F., & Arsi, R. (2022). Hubungan Media Informasi Dan Dukungan Orang Tua Dengan Kejadian Pernikahan Usia Remaja. Jurnal Kesehatan, 11(2). https://ojs.hestiwirasriwijaya.ac.id/index.php/JSS/article/view/37

Hilin, Hanifa F. Hubungan Tingkat Pengetahuan , Sikap dan Peran Orang Tua terhadap Pernikahan Dini pada Remaja. Indones J Midwifery Sci. 2024:408–414. doi: https://doi.org/10.53801/ijms.v3i2.169

Komang N, Juniari A, Nuryanto IK, Komang N, Agustini T. Hubungan Dukungan Keluarga dengan Motivasi Remaja dalam Pencegahan Pernikahan Usia Dini di Kabupaten Karangasem Pendahuluan Metode. J Ilm Keperawatan Stikes Hang Tuah Surabaya. Published online 2024. doi:https://doi.org/10.30643/jiksht.v19i2.371

Downloads

Published

18-12-2025

How to Cite

Kurniawan, Y. A. ., Samsudrajat, A. ., Hariani, E., & Indahwati Hapsari, D. (2025). Factors Related to Efforts to Prevent Child Marriage in Adolescents in Senior High Schools and Vocational High Schools in District X, Sintang Regency. Indonesian Journal of Administration and Health Research, 2(2), 55–63. https://doi.org/10.54630/ijahr.v2i2.118